Diklat Master of Ceremony: Wujudkan Profesionalisme Komunikasi di Kemenag Kota Surabaya

Surabaya — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya menggelar Diklat Master of Ceremony (MC) dengan tema “Wujudkan Profesionalisme dalam Komunikasi” pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kementerian Agama Kota Surabaya ini diikuti peserta dari berbagai satuan kerja (satker) di lingkungan Kemenag Kota Surabaya, termasuk perwakilan dari MTsN 3 Kota Surabaya.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan komunikasi formal dan kepiawaian MC sebagai bagian dari pelayanan publik dan citra institusi. “MC yang profesional bukan sekadar mengisi acara, tetapi juga menjadi wajah institusi dalam menyampaikan pesan yang santun, jelas, dan berwibawa,” ujarnya.
Peserta dan antusiasme Diklat diikuti tenaga teknis dan fungsional dari berbagai satker Kemenag Kota Surabaya. Dari MTsN 3 Kota Surabaya, hadir tiga perwakilan yang menunjukkan antusiasme tinggi: Bu Dinda Citraning Sayekti, Bu Nur Illiyah, dan Bu Asa Nabilah. Ketiganya aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, berpartisipasi dalam praktik pengelolaan acara, teknik pembukaan dan penutupan, serta simulasi menghadapi situasi tak terduga saat memandu acara resmi.

Materi dan narasumber Sebagai pemateri utama, panitia menghadirkan Ibu Yuli Kamila (Dr.H. Yuliastutik, M.Pd.I.,M.Kom.I beliau adalah MC profesional yang dikenal karena keahlian vokal, diksi, dan manajemen acara. Dalam sesi materinya, Ibu Yuli membahas teknik dasar ber-MC, etika berkomunikasi di ruang publik, pengembangan gaya personal yang tetap menjaga netralitas institusional, serta teknik improvisasi saat menghadapi gangguan teknis atau naskah yang berubah mendadak. Ia juga memberikan latihan praktis berupa pembukaan acara, pengantar narasumber, serta penanganan sesi tanya jawab yang efektif.
Pendekatan pelatihan menggabungkan teori singkat dengan praktik intensif. Peserta dinilai berdasarkan penguasaan materi, kemampuan menyusun naskah singkat, pengendalian suara dan tempo, serta kemampuan berinteraksi dengan audiens. Umpan balik diberikan langsung oleh narasumber dan fasilitator untuk mempercepat proses pembelajaran.
Dampak dan tindak lanjut Kepala Kantor menekankan bahwa diklat ini bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Kemenag Kota Surabaya. Penguasaan keterampilan MC dianggap strategis untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan kegiatan internal maupun publik, meningkatkan profesionalisme pelayanan, serta memperkuat citra Kemenag sebagai institusi yang komunikatif dan responsif.
Para peserta, termasuk perwakilan MTsN 3 Kota Surabaya, berharap materi yang didapat dapat segera diterapkan dalam agenda masing-masing satker. Mereka juga mengusulkan penyelenggaraan pelatihan lanjutan yang membahas penulisan naskah acara formal, teknik presentasi publik, dan manajemen krisis komunikasi.
Penutup Diklat Master of Ceremony yang diadakan Kemenag Kota Surabaya menegaskan komitmen institusi untuk meningkatkan kompetensi komunikasi pegawai melalui pelatihan yang aplikatif. Kehadiran narasumber profesional seperti Ibu Yuli Kamila dan partisipasi aktif dari perwakilan satker, termasuk Bu Dinda Citraning Sayekti, Bu Nur Illiyah, dan Bu Asa Nabilah dari MTsN 3 Kota Surabaya, menjadi indikator positif bahwa langkah peningkatan kualitas SDM di lingkungan Kemenag terus dijalankan.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- MTsN 3 Kota Surabaya Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
- Menebar Keimanan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan Hewan Qurban di MTsN 3 Kota Surabaya
- Penutupan Service Learning di MTsN 3 Kota Surabaya
- Perpisahan Mahasiswa MBKM UINSA 2026
- Semangat Disiplin dan Prestasi Warnai Upacara Bendera di MTsN 3 Kota Surabaya
Kembali ke Atas
