Tes Anemia Tandai Kelanjutan Studi Gizi Remaja MTsN 3 Kota Surabaya

SURABAYA - Sebanyak 33 siswa dan siswi MTsN 3 Kota Surabaya mengikuti tes anemia sebagai bagian dari kelanjutan penelitian gizi remaja yang dilaksanakan oleh tim peneliti Savica pada hari Jumat, tanggal 9 Januari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan MTsN 3 Kota Surabaya mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Sebanyak 33 peserta yang terlibat dipilih secara acak dan bersifat sukarela, terdiri dari siswa kelas VII, VIII, dan IX. Mereka menjalani pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan anemia sebagai salah satu indikator penting dalam pemantauan status gizi dan kesehatan remaja.
Pelaksanaan tes anemia ini merupakan kelanjutan dari pengambilan data kesehatan siswa yang sebelumnya telah dilakukan pada 27 Oktober 2025. Pada kegiatan kali ini, siswa diarahkan menuju ruang pertemuan untuk menjalani proses pemeriksaan. Setelah tes dilakukan, siswa yang terindikasi mengalami anemia diberikan edukasi terkait cara menjaga kesehatan, asupan gizi, serta kondisi tubuh agar tetap optimal selama masa pertumbuhan.
Penelitian yang dilaksanakan di MTsN 3 Kota Surabaya ini memiliki nilai historis dan ilmiah yang penting karena merupakan tindak lanjut dari program Global Iron Status Study (GIRLS) yang pernah dilaksanakan pada periode 1996–1999. MTsN 3 Kota Surabaya tercatat sebagai salah satu lokasi studi awal dalam penelitian tersebut sekitar 25 tahun yang lalu.
Setelah lebih dari dua dekade, pengumpulan data kembali dilakukan untuk menilai perkembangan status gizi remaja serta faktor-faktor yang memengaruhinya, termasuk perubahan pola makan, lingkungan, dan kondisi kesehatan. Penelitian ini bertujuan membandingkan kondisi status gizi remaja saat ini dengan data historis yang telah ada.
Studi tersebut dilaksanakan oleh tim peneliti dari PT Santulita Vikasa (Savica) bekerja sama dengan Wageningen University & Research (WUR) Belanda, dengan dukungan pendanaan dari Neys van Hoogstraten Foundation. Penelitian ini berjudul “Status Gizi Remaja Usia 12–16 Tahun di Jawa Timur: Studi Tindak Lanjut 25 Tahun”.
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai tren kesehatan dan status gizi remaja di Jawa Timur. Selain itu, temuan ini juga diharapkan menjadi dasar bagi sekolah maupun pemerintah dalam merumuskan kebijakan serta program kesehatan remaja yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang. (FA)
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- MTsN 3 Kota Surabaya Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
- Menebar Keimanan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan Hewan Qurban di MTsN 3 Kota Surabaya
- Penutupan Service Learning di MTsN 3 Kota Surabaya
- Perpisahan Mahasiswa MBKM UINSA 2026
- Semangat Disiplin dan Prestasi Warnai Upacara Bendera di MTsN 3 Kota Surabaya
Kembali ke Atas
