DWP MTsN 3 Kota Surabaya Lanjutkan Studi Wawasan ke Pondok Tremas Pacitan

Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN 3 Kota Surabaya melanjutkan kegiatan studi wawasan dengan berkunjung ke Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, pada Ahad, 21 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari kunjungan sebelumnya ke Museum & Galeri Seni SBY–ANI, sekaligus memperkaya wawasan keislaman dan pendidikan pesantren.
Pondok Pesantren Tremas dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di Jawa Timur. Pesantren ini berdiri sejak tahun 1820 M dan didirikan oleh KH. Abdul Manan. Hingga kini, Tremas tetap eksis sebagai pusat pendidikan Islam yang melahirkan banyak ulama dan tokoh bangsa.Para ibu DWP MTsN 3 Kota Surabaya tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kesempatan menimba ilmu di lingkungan pesantren bersejarah ini dimanfaatkan dengan penuh semangat dan kesungguhan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala MTsN 3 Kota Surabaya, Dra. Asmiati, M.Pd., yang disampaikan secara lugas dan penuh makna. Beliau menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari tradisi pendidikan pesantren yang konsisten menjaga nilai keilmuan dan akhlak. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tremas, KH. Abdullah Nawawi, Lc., yang merupakan generasi kelima kepemimpinan pesantren.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa lembaga Tremas saat ini membawahi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, Tsanawiyah, Aliyah hingga perguruan tinggi, meskipun tidak memiliki jenjang SD/MI. KH. Abdullah Nawawi, Lc. juga mengisahkan perjalanan panjang Pondok Tremas yang tetap diminati hingga kini. Bahkan pada era 1970-an, ketika akses transportasi masih sangat terbatas, terdapat santri dari wilayah Saling, Ponorogo, yang menempuh perjalanan dengan berjalan kaki demi menuntut ilmu.
Dalam pesan keilmuannya, beliau menegaskan bahwa tujuan utama menuntut ilmu di pesantren adalah faridhatun, yakni mencari ilmu agama. Ilmu yang bersifat fardhu ‘ain, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ta’limul Muta’allim, adalah ilmu hal, yaitu ilmu yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir sesi, KH. Abdullah Nawawi, Lc. menyampaikan doa agar seluruh peserta diberikan kelancaran dan kemampuan dalam memberikan pendidikan terbaik, baik di keluarga maupun di lingkungan madrasah. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- MTsN 3 Kota Surabaya Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
- Menebar Keimanan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan Hewan Qurban di MTsN 3 Kota Surabaya
- Penutupan Service Learning di MTsN 3 Kota Surabaya
- Perpisahan Mahasiswa MBKM UINSA 2026
- Semangat Disiplin dan Prestasi Warnai Upacara Bendera di MTsN 3 Kota Surabaya
Kembali ke Atas
