• 2025 gambar 1
  • 2025 gambar 2
  • 2025 gambar 3

Selamat Datang di Website MTsN 3 KOTA SURABAYA. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MTsN 3 KOTA SURABAYA

NPSN : 20583877

Jl.Medokan Asri Tengah Surabaya


info@mtsn3kotasurabaya.sch.id

TLP : 031-8713429


          

Prestasi Siswa


Juara 3

Rector Cup Unesa Nasional



:: Selengkapnya

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 1009928
Pengunjung : 342538
Hari ini : 26
Hits hari ini : 630
Member Online : 0
IP : 216.73.216.111
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

DWP MTsN 3 Kota Surabaya Lanjutkan Studi Wawasan ke Pondok Tremas Pacitan




Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN 3 Kota Surabaya melanjutkan kegiatan studi wawasan dengan berkunjung ke Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, pada Ahad, 21 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari kunjungan sebelumnya ke Museum & Galeri Seni SBY–ANI, sekaligus memperkaya wawasan keislaman dan pendidikan pesantren.


Pondok Pesantren Tremas dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di Jawa Timur. Pesantren ini berdiri sejak tahun 1820 M dan didirikan oleh KH. Abdul Manan. Hingga kini, Tremas tetap eksis sebagai pusat pendidikan Islam yang melahirkan banyak ulama dan tokoh bangsa.Para ibu DWP MTsN 3 Kota Surabaya tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kesempatan menimba ilmu di lingkungan pesantren bersejarah ini dimanfaatkan dengan penuh semangat dan kesungguhan.


Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala MTsN 3 Kota Surabaya, Dra. Asmiati, M.Pd., yang disampaikan secara lugas dan penuh makna. Beliau menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari tradisi pendidikan pesantren yang konsisten menjaga nilai keilmuan dan akhlak. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tremas, KH. Abdullah Nawawi, Lc., yang merupakan generasi kelima kepemimpinan pesantren.


Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa lembaga Tremas saat ini membawahi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, Tsanawiyah, Aliyah hingga perguruan tinggi, meskipun tidak memiliki jenjang SD/MI. KH. Abdullah Nawawi, Lc. juga mengisahkan perjalanan panjang Pondok Tremas yang tetap diminati hingga kini. Bahkan pada era 1970-an, ketika akses transportasi masih sangat terbatas, terdapat santri dari wilayah Saling, Ponorogo, yang menempuh perjalanan dengan berjalan kaki demi menuntut ilmu.


Dalam pesan keilmuannya, beliau menegaskan bahwa tujuan utama menuntut ilmu di pesantren adalah faridhatun, yakni mencari ilmu agama. Ilmu yang bersifat fardhu ‘ain, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ta’limul Muta’allim, adalah ilmu hal, yaitu ilmu yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.


Di akhir sesi, KH. Abdullah Nawawi, Lc. menyampaikan doa agar seluruh peserta diberikan kelancaran dan kemampuan dalam memberikan pendidikan terbaik, baik di keluarga maupun di lingkungan madrasah. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas