• 2025 gambar 1
  • 2025 gambar 2
  • 2025 gambar 3

Selamat Datang di Website MTsN 3 KOTA SURABAYA. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MTsN 3 KOTA SURABAYA

NPSN : 20583877

Jl.Medokan Asri Tengah Surabaya


info@mtsn3kotasurabaya.sch.id

TLP : 031-8713429


          

Prestasi Siswa


Juara 3

Tanding Putra Tapak Suci Student National Championship 2025 di GOR Pertamina Universitas Barawijaya Malang pada 28-29 Juli 2025



:: Selengkapnya

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 1010070
Pengunjung : 342546
Hari ini : 34
Hits hari ini : 776
Member Online : 0
IP : 216.73.216.111
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Road Show Sosialisasi Edukasi Perlindungan Anak di MTsN 3 Kota Surabaya




Pada Kamis, 9 Desember 2025, sekolah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Edukasi Perlindungan Anak dengan tema “Peduli Anak, Peduli Masa Depan Bangsa.” Acara ini diikuti oleh 100 siswa dan menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga yang berkomitmen pada isu perlindungan anak, yaitu Puspa Gayatri, DPPA, Forum Anak Surabaya, serta RMB Sunan Ampel. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, memberikan wawasan baru yang penting bagi seluruh peserta.


Dalam penyampaian materi, narasumber menekankan bahwa setiap anak memiliki empat hak dasar yang harus dipenuhi: hak hidup, hak tumbuh kembang, hak mendapatkan perlindungan, serta hak untuk berpartisipasi. Hak partisipasi bermakna bahwa anak berhak menyampaikan pendapat, mengekspresikan dirinya, dan didengarkan dalam berbagai proses yang melibatkan mereka. Pemenuhan hak-hak ini menjadi langkah penting untuk memastikan perkembangan anak yang utuh dan sehat.


Perlindungan anak juga disoroti sebagai isu yang sangat mendesak. Anak adalah aset berharga bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Menjaga mereka agar tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat adalah bentuk investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia. Sebaliknya, kondisi lingkungan yang tidak ramah dapat menghambat perkembangan psikologis, sosial, maupun emosional mereka.


Selain itu, fenomena bullying turut menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Narasumber menjelaskan bahwa perundungan memiliki dampak yang sangat serius, mulai dari ketakutan berlebihan, putus sekolah, gangguan psikologis, hingga risiko depresi dan tindakan bunuh diri. Karena itu, siswa diajak untuk lebih peduli terhadap teman yang sedang mengalami tekanan atau merasa rendah diri. Menjadi pendamping, penguat, sekaligus pelapor jika melihat adanya perundungan merupakan langkah yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman.


Materi sosialisasi juga memperingatkan tentang bahaya radikalisme yang dapat mengincar remaja melalui berbagai media, termasuk internet dan pergaulan sehari-hari. Narasumber mengingatkan bahwa paham radikal sering menyasar kelompok usia muda karena mereka dianggap lebih mudah dipengaruhi. Radikalisme dapat merusak cara berpikir, memicu sikap intoleran, dan mendorong tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Para siswa diajak untuk selalu kritis terhadap informasi yang diterima, menjauhi ajakan yang mencurigakan, serta melaporkan bila menemukan konten atau perilaku yang mengarah pada penyebaran paham radikal. Pendidikan karakter, dialog yang sehat, dan lingkungan sosial yang inklusif menjadi benteng utama untuk mencegah radikalisasi di kalangan remaja.


Melalui kegiatan ini, seluruh siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga keamanan, menghargai sesama, serta peka terhadap berbagai bentuk kekerasan dan bahaya ideologi yang dapat mengganggu perkembangan mereka. Dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian bersama, kita dapat menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, bebas kekerasan, dan terbebas dari pengaruh paham yang merusak. Karena dengan peduli pada anak hari ini, kita sedang menjaga masa depan bangsa



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas