Bimtek Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Kepala dan Waka Akademik MTsN 3 Kota Surabaya mengikuti Bimtek Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Surabaya Suites Hotel, Jl. Pemuda 33-37 Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pokjawas Madrasah Provinsi Jawa Timur, bekerja sama dengan KKM MA, MTs, dan KKM Mi Jawa Timur. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dua malam yaitu tanggal 2-4 Desember 2024 ini bermaksud mengubah paradigma pimpinan dan seluruh stakeholder madrasah akan pentingnya melayani dan memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan cinta
Bimtek dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur, Bapak Dr. H. Ahmad Sruji Bakhtiar, M.PdI., dengan membaca Surat Al Fatihah. Hadir dalam acara ceremonial Kapala Bidang Pendidikan Madrasah, Bapak Dr. Sugio, M.Pd., Bapak Syahril selaku ketua Tim Kurikulum dan Kesiswaan serta Ibu Dr. Arini, Katim GTK Kanwil Kemenag Jatim. Juga para pengawas MI, MTs, MA Prov. Jatim yang bertugas.
Kegiatan yang diikuti oleh 184 peserta meliputi Kepala dan waka Akademik MTs. yang akan menjadi pilot projeck KBC, Kepala dan Koordinator Kurikulum MI yang juga akan menjadi pilot projeck KBC serta perwakilan pengawas masing-masing kabupaten/ Kota Jawa Timur. . Materi yang diberikan meliputi Petualangan Panca Cinta dan Pilar KBC, Konsep dan Perubahan Mindset KBC, Implementasi KBC pada kegiatan Intrakurikuler, kokurikuler, dan Ekstrakurikuler.
Yang tak kalah menariknya pada Bimtek kali ini adalah setiap mengawali materi dimeriahkan dengan tepuk Cinta dan tepuk Panca Cinta. Tepuk penuh energi sebagai pengingat kita untuk selalu menebarkan cinta kepada Allah dan Rasul, diri sendiri dan sesama, kepada lam dan lingkungan serta tanah air. Bertugas sebagai pemateri adalah para dosen dan pengawas yang merupakan Fasilitator Nasional KBC.
Tampak para peserta antusias mengikuti materi demi materi, meski jadwal sangat padat namun kegiatan cukup menyenangkan. Para narasumber juga sangat pawai menyampaikan materi dengan sessekali diselingi candaan dan kata-kata motivasi sebagai penyemangat. Yang cukup unik pada Bimtek kali ini adalah pada hari terakhir seluruh perserta diwajibkan berbusana adat nusantara. “Busana adat bukan sekadar pakaian,” ujar narasumber melainkan bahasa cinta, diantaranya cinta kepada tradisi, kepada leluhur, kepada jati diri dan cinta kepada Nusantara atau tanah air kita. Kurikulum berbasis cinta mengajak kita mengembalikan makna mendalam ini kepada peserta didik.
Pukul 07.30 para peserta memasuki ruang bimtek, tampak wajah-wajah sumringat para peserta dengan balutan warna warni busana khas daerah. Hari terakhir para peserta membawa kado yang dibungkus kertas putih, simbol kesucian dan keihlasan hati. Meski hari terakhir namun materi tetap disampaikan secara lengkap oleh narasumber. Materi hari terakhir yaitu implementasi cinta diri dan sesama, cinta tanah air, dan rencana tindak lanjut.
Sebagai implementasi bentuk Cinta sesama yaitu dengan memberikan kado kepada sesama peserta. Bimtek ditutup dengam sambutan dan pengarahan oleh Kepala tim Kelembagaan dan Informasi, Bapak Syamsul Huda, S.Ag. Acara penutupan diakhiri dengan pembacaan doa dan foto Bersama. Harapan ke depan seluruh madrasah peserta Bimtek Implementasi KBC ini dapat menjadi pilot projeck implementasi KBC di daerahnya masing-masing dan menjadi rujukan madrasah lainnya yang belum menerapkan KBC. (asmiati, melaporkan).
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- MTsN 3 Kota Surabaya Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
- Menebar Keimanan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan Hewan Qurban di MTsN 3 Kota Surabaya
- Penutupan Service Learning di MTsN 3 Kota Surabaya
- Perpisahan Mahasiswa MBKM UINSA 2026
- Semangat Disiplin dan Prestasi Warnai Upacara Bendera di MTsN 3 Kota Surabaya
Kembali ke Atas
