Guru dan Pegawai MTsN 3 Kota Surabaya Ikuti Sosialisasi Anugerah GTK 2025

Surabaya, 5 November 2025 - Guru dan Pegawai MTsN 3 Kota Surabaya hadir di MTsN 1 Kota Surabaya Kampus 2 untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Tingkat Kota Surabaya Tahun 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kota Surabaya.
Acara dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, dipandu oleh pembawa acara yang bertugas dengan penuh khidmat. Dalam sambutannya, Drs. M. Hasan Bisri, selaku Ketua KKMts) Kota Surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi kali ini dilaksanakan di kampus 2 MTsN 1 Kota Surabaya, yang saat ini masih memiliki peserta didik kelas 7 dan 8.
“Hasil rembukan bersama panitia dan para kepala madrasah di KKM melahirkan ide untuk mengadakan sosialisasi ini secara langsung. Harapannya, peserta dapat memahami dengan baik ketentuan dan semangat di balik Anugerah GTK Madrasah. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa hasil sesuai harapan,” ujar Drs. Hasan Bisri.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh narasumber, Ibu Yuliani, yang membahas tentang pentingnya keberadaan Anugerah GTK Madrasah sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para guru, yang merupakan pilar utama dalam pendidikan. “Sekarang saatnya kita bergerak. Anugerah GTK hadir untuk menghargai perjuangan para pendidik yang tidak hanya mengajar, tapi juga berinovasi dan menginspirasi,” tutur Ibu Yuliani dalam penyampaian materinya.
Dalam paparannya, Ibu Yuliani menjelaskan beberapa kategori utama dalam ajang Anugerah GTK Madrasah, namun masih menggunakan ketentuan tahun sebelumnya, yaitu: Inspiratif (Guru yang memiliki program menginspirasi guru lain dan masyarakat, salah satunya melalui pembuatan video berdurasi 5 menit). Inovatif (Guru yang menciptakan metode pembelajaran baru untuk meningkatkan kualitas belajar melalui best practice). Dedikatif GTK yang mengabdi di wilayah 3T (Terluar, Terpencil, Tertinggal).
Selain itu, kategori Kepala Madrasah Berprestasi, Laboran dan Pustakawan juga menjadi bagian dari penilaian, dengan fokus pada kenyamanan warga madrasah serta peningkatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Dalam sesi tanya jawab, peserta antusias menanyakan berbagai hal, salah satunya mengenai peluang GTK Surabaya untuk mengikuti kategori dedikatif 3T. Ibu Yuliani menjelaskan bahwa petunjuk teknis (juknis) terbaru masih menunggu pembaruan dari pusat, namun prinsipnya semua GTK memiliki kesempatan untuk berpartisipasi sesuai kriteria.
Menariknya, di akhir sesi, narasumber juga memberikan materi tambahan tentang penulisan feature, yang merupakan salah satu bentuk karya tulis dalam ajang GTK. Ia menjelaskan bahwa tulisan feature lebih panjang dan mendalam dibandingkan berita biasa, dengan fokus pada aspek manusiawi, emosi, dan detail yang menghidupkan cerita.
Peserta diperkenalkan dengan ciri-ciri, jenis, langkah penulisan, serta tips dan trik penulisan feature yang baik, lengkap dengan contoh judul dan karya dari para juara tahun sebelumnya. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para guru dan tenaga kependidikan madrasah di Kota Surabaya semakin termotivasi untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- MTsN 3 Kota Surabaya Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
- Menebar Keimanan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan Hewan Qurban di MTsN 3 Kota Surabaya
- Penutupan Service Learning di MTsN 3 Kota Surabaya
- Perpisahan Mahasiswa MBKM UINSA 2026
- Semangat Disiplin dan Prestasi Warnai Upacara Bendera di MTsN 3 Kota Surabaya
Kembali ke Atas
