• 2025 gambar 1
  • 2025 gambar 2
  • 2025 gambar 3

Selamat Datang di Website MTsN 3 KOTA SURABAYA. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MTsN 3 KOTA SURABAYA

NPSN : 20583877

Jl.Medokan Asri Tengah Surabaya


info@mtsn3kotasurabaya.sch.id

TLP : 031-8713429


          

Prestasi Siswa


Juara 3

Rector Cup Unesa Nasional



:: Selengkapnya

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 1009887
Pengunjung : 342537
Hari ini : 25
Hits hari ini : 593
Member Online : 0
IP : 216.73.216.111
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA




Senin, 1 Oktober 2018. Keluarga besar MTs Negeri 3 Kota Surabaya memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan melakukan Upacara Bendera di halaman Madrasah. Dan diikuti oleh Bapak/Ibu Guru dan siswa/i MTs Negeri 3 Kota Surabaya. Sebagai pembina dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila adalah Bapak Mas’ud, S.Pd., M.Pd.


1 Oktober merujuk pada tahun 1965. Hari Kesaktian Pancasila lebih berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI yang terjadi 30 September 1965. Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Akan tetapi otoritas militer dan kelompok terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.


1 Oktober adalah peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini menyusul dikeluarkannya SK No 153/1967 27 September 1967 oleh Presiden Jenderal Soeharto. Hal ini dilatarbelakangi terjadinya peristiwa tragedi berdarah yang menewaskan enam jenderal pada 30 September 1965. Sejak peristiwa itu, serangkaian peringatan gencar dilakukan, dari pemasangan bendera setengah tiang, peringatan Hari Kesaktian Pancasila, pembuatan Monumen Pancasila, dan pemberian gelar sebagai Pahlawan Revolusi terhadap korban gerakan itu.


Dengan demikian, Pancasila terbukti ampuh dan berhasil menghalau dan menumpas komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI) dari muka bumi Indonesia dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari kehancuran pada percobaan kudeta PKI tahun 1965. Kemenangan dan keberhasilan, inikah yang kemudian dinamakan kesaktian Pancasila? Orba sangat piawai dalam meracik Pancasila sebagai senjata ampuh dalam upaya menggapai kekuasaan, yaitu sebagai pihak yang mempunyai tafsir tunggal Pancasila.


Maka tidak mengherankan upaya-upaya mempancasilakan warga begitu getol dilakukan, mulai penataran P4 hingga pembentukan lembaga dan ormas yang berembel-embel dengan nama Pancasila. Bila ada lawan politik yang membahayakan kekuasaan, tidak jarang mereka dituduh sebagai anti-Pancasila dan di-PKI-kan. Kata-kata inilah yang sangat ampuh untuk melumpuhkan pihak-pihak yang tidak disukai.


Pada masa Orba, Pancasila digerakkan dari atas melalui program-program yang telah dirumuskan pemerintah, top down. Di era reformasi, negara hampir jarang menyebut kata Pancasila, terlebih membuat program yang berbau Pancasila. Pancasila sengaja dibiarkan tanpa ada perhatian yang serius dari negara. Di saat seperti itulah, muncul keunikan bangsa ini, yaitu nilai-nilai Pancasila terus hidup sebagai akar falsafah bangsa. (erra)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas