MTsN 3 Kota Surabaya Gelar Pelatihan Metodologi Pembelajaran untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

Surabaya, Juli 2025 - MTsN 3 Kota Surabaya menggelar pelatihan metodologi pembelajaran bagi seluruh guru pada tanggal 11-12, 18-19, dan 25-26 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang profesional, menyenangkan, dan bermakna. Kegiatan dibuka dengan pembacaan Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars MTsN 3 Kota Surabaya. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Zaidan.
Kepala MTsN 3 Kota Surabaya, Ibu Dra. Asmiati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi guru di berbagai bidang. Beliau menegaskan bahwa seorang guru harus mampu memahami karakter peserta didik, merancang perangkat pembelajaran yang baik, mengelola kelas dengan efektif, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. “Seorang guru juga harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk penguasaan teknologi dan kemampuan membuat media pembelajaran digital seperti video,” tegasnya. Melalui pelatihan ini, sebanyak 56 guru diharapkan mampu mengembangkan diri menjadi pendidik profesional yang turut andil mencetak generasi emas MTsN 3 Kota Surabaya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan, pembinaan, sekaligus pembukaan resmi kegiatan oleh Kepala Kementerian Agama Kota Surabaya, Bapak Dr. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy. Dalam arahannya, beliau memperkenalkan konsep Kurikulum Cinta, sebuah pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama. “Kita semua ada karena cinta. Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak, maka tugas guru adalah membimbing peserta didik agar memiliki akhlak mulia dan mampu hidup damai di tengah perbedaan,” ujarnya.
Bapak Dr. Muslim menegaskan bahwa agama semestinya tidak hanya diajarkan dalam konteks ritual semata, tetapi juga dalam relasi sosial yang harmonis. Kurikulum Cinta menanamkan cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada diri sendiri dan sesama, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara. Jika nilai-nilai ini ditanamkan sejak dini, peserta didik akan tumbuh menjadi generasi penuh kasih sayang dan toleransi.
Pada sesi diskusi, Bapak Abdul Kholiq mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana implementasi Kurikulum Cinta agar tidak disalahartikan oleh peserta didik serta cara menanamkan moderasi beragama yang utuh, baik kepada sesama umat Islam maupun kepada mereka yang berbeda keyakinan. Pertanyaan tersebut disambut dengan penjelasan mendalam oleh Bapak Dr. Muslim, yang menekankan pentingnya keteladanan guru dan integrasi nilai-nilai tersebut dalam setiap mata pelajaran. Kegiatan pelatihan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Kardi, menandai penutupan rangkaian acara hari itu dengan penuh harap agar pelatihan ini membawa manfaat besar bagi para guru dan peserta didik di MTsN 3 Kota Surabaya. (NM)
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- MTsN 3 Kota Surabaya Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
- Menebar Keimanan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan Hewan Qurban di MTsN 3 Kota Surabaya
- Penutupan Service Learning di MTsN 3 Kota Surabaya
- Perpisahan Mahasiswa MBKM UINSA 2026
- Semangat Disiplin dan Prestasi Warnai Upacara Bendera di MTsN 3 Kota Surabaya
Kembali ke Atas
